Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.

Ikuti saya di:        

Artikel ini dibuat oleh tim konten Ruangarsitek. Jika ingin update referensi tentang desain rumah silahkan ikuti disini ruangarsitek.id.

Rumah Adat Sunda

3 min read

Rumah Adat Sunda

Rumah atau tempat tinggal yang didiami oleh Suku Sunda disebut dengan rumah adat Sunda. Salah satu suku yang ada di Provinsi Jawa Barat adalah Suku Sunda.

Rumah tradisional yang ada di tanah sunda merupakan rumah adat Suku Sunda, yang memiliki keunikan seperti rumah adat lainnya. Gaya rumah adat Suku Sunda bentuknya berupa rumah panggung.

Tujuan dibuatnya rumah panggung ini adalah supaya bagian kolong rumahnya bisa dipakai untuk menanggulangi banjir, jika kebetulan terjadi bencana banjir.

Bisa juga digunakan untuk menanggulangi bencana gempa bumi.

Banyak juga orang-orang dari Suku Sunda itu yang menggunakan kolong rumah untuk memeliharan binatang seperti ayam, kambing, sapi hingga tempat penyimpanan alat tani.

8 Nama Rumah Adat Sunda yang Unik

Salah satu ciri khas dari rumah adat Suku Sunda ini adalah adanya tangga yang disebut dengan Golodog. Jumlah anak tangga itu biasanya tak akan lebih dari 3 anak tangga.

Bahan pembuatan tangganya terbuat dari kayu atau bisa juga dibuat dari bahan bambu. Arsitektur rumah adat ini tidak mengalami perubahan walaupun di sekitar rumah itu sudah dibangun rumah modern.

Berikut ini ada beberapa jenis rumah adat Suku Sunda yang disertai gambar dan penjelasannya yang bervariasi:

1. Jolopong

Rumah Adat Jolopong

Rumah adat yang paling banyak dan sering ditemui di daerah pedesaan adalah rumah adat Jolopong.

Bentuknya sangat sederhana jika dibandingkan dengan jenis rumah adat Sunda lainnya. Bentuk atapnya menyerupai bentuk pelana dengan ukuran yang panjang.

Tidak dibutuhkan berbagai material yang berlebihan dalam membangun rumah Jolopong ini.

Sama halnya dengan tak ada pernak pernik atau lekukan-lekukan yang bentuknya rumit pada rumah ini. Terdapat 2 bidang atap di dalam ruangan rumah Jolopong ini.

Bagian depan rumah disebut dengan teras dan di bagian tengahnya disebut ruang tengah. Ruangan kamar sering disebut dengan pangkeng, dan bagian dapurnya disebut dengan pawon.

Dalam rumah adat ini terdapat ruangan yang dipakai untuk menyimpan beras dan disebut dengan padaringan atau tempat penyimpanan beras.

Untuk ruang tamunya, dinamakan dengan tepas. Zaman dahulu, tepas ini akan dibiarkan kosong tanpa perabotan. Sedangkan jika tamu datang ke rumah tersebut, pemilik rumah hanya menggelar tikar saja.

Kalau kamu penasaran dengan bentuk asli rumah Jolopong ini kamu bisa datang ke Kampung Dukuh di daerah Garut.

2. Badak Heuay

Rumah Adat Badak Heuay

Makna dari rumah adat Suku Sunda yang satu ini cukup unik. Arti dari kata badak heuay adalah badak yang sedang menguap. Nama yang unik ini diiringi dengan bentuk atapnya yang juga unik.

Terdapat dua buah atap yang ukurannya besar dan kecil. Atap yang ukurannya besar untuk ruangan di bagian belakang.

Sedangkan atap yang ukurannya kecil untuk bagian rumah bagian depan. Bagian depan rumah berfungsi untuk menerima tamu laki-laki.

Kalau kamu ingin melihat rumah adat Badak Heuay ini kamu bisa datang ke daerah Sukabumi. Biasanya, di sana masih banyak jenis rumah adat tersebut.

3. Parahu Kumureb

Rumah Adat Parahu Kumureb

Arsitektur pada jenis rumah adat ini terbilang cukup rumit, apalagi kalau perbandingannya rumah adat Jolopong yang arsitekturnya sederhana.

Terdapat empat bagian utama di bagian atapnya. Bentuk trapesium terdapat pada bagian depan dan belakang, sedangkan kedua bagian sampingnya di kanan dan di kiri memiliki bentuk segitiga sama sisi.

Ada dua batang kayu di bagian atap yang menghubungkan bagian sisi-sisinya dan terbentuklah atap segitiga, apalagi kalau kamu melihatnya dari arah depan.

Arti dari kata parahu kumureb adalah perahu yang terbalik. Itulah sebabnya bentuk atap dari jenis rumah adat ini mirip dengan bentuk perahu yang terbalik.

Sayangnya bentuk atap seperti perahu terbalik itu membuat bagian tersebut mudah bocor, ketika musim hujan tiba.

Hal itu disebabkan oleh jumlah sambungan di atap yang jumlahnya banyak. Kamu bisa melihat rupa rumah Parahu Kumureb ini di daerah Ciamis yaitu di Kampung Kuta.

4. Jubleg Nangkub

Rumah Adat Jubleg Nangkub

Jika dilihat secara sekilas, rumah adat yang satu ini desain dan arsitekturnya hampir mirip dengan rumah adat Parahu Kumureb.

Setiap daerah di Jawa Barat memiliki sebutan yang berbeda-beda pada masing-masing rumah adat tersebut. Kamu bisa melihat rumah adat ini daerah Kabupaten Sumedang.

Makna rumah adat ini secara harfiah adalah sebagai lesung atau kata lainnya yaitu alat yang digunakan untuk menumbuk padi, yang bentuknya menelungkup.

5. Tagog Anjing

Rumah Adat Tagog Anjing

Suku Sunda juga memiliki jenis rumah adat lainnya yang disebut dengan rumah adat Tagog Anjing. Nama dari rumah ini memiliki arti yaitu anjing yang sedang duduk.

Bentuk atapnya yaitu segitiga, dan bagian atap yang lainnya mengarah ke depan sehingga bentuknya mirip dengan pose anjing yang sedang duduk. Selain badak heuay, makna tagog anjing ini juga unik sekali ya.

Bentuk rumah adat ini sering disebut-sebut mirip dengan rumah adat Badak Heuay.

Perbedaannya ada pada ukuran atapnya, diantara atap yang besar dan kecil disatukan di dalam satu titik tengah. Bentuk atap pada tagog anjing ini tidak memotong seperti bentuk atap pada badak heuay.

Rumah adat ini kebanyakan berada di daerah Garut. Bahkan banyak juga hotel atau bungalow yang menggunakan bentuk atap seperti rumah Tagog Anjing. Supaya kesan tradisional sekaligus modernnya terasa.

6. Julang Ngapak

Rumah Adat Julang Ngapak

Sama dengan jenis rumah adat lainnya yang diambil dari nama hewan, rumah adat ini memiliki makna yaitu seekor burung yang posenya sedang mengepakkan sayap.

Hal itu disebabkan oleh desain di bagian atapnya berbentuk lebar baik ke sisi kanan maupun ke sisi kiri. Bahkan desain di bagian atapnya dilengkapi dengan cagak gunting.

Tujuannya adalah supaya di bagian bubungannya tidak akan mudah bocor dan bagian tersebut juga lebih kuat.

Kalau kamu berkunjung ke Kampung Naga di Tasikmalaya dan Kampung Dukuh di Kuningan, kamu bisa melihat rumah adat Julang Ngapak tersebut.

7. Capit Gunting

Rumah Adat Capit Gunting
panduanrumah.com

Bentuk atap pada rumah adat Sunda ini mirip dengan bentuk gunting, sehingga dinamakan capit gunting.

Sedangkan pada bagian ujung atapnya berbentuk saling silang yang kemudian menyisakan hasil persilangan, di antara kayu dengan bambu.

Tadinya, salah satu nama susuhunan atau bentuk dari sebuah atap rumah disebut dengan capit gunting.

Istilah susuhunan ini disebut juga dengan nama undagi, yang merupakan penataan arsitektur rumah adat di wilayah Jawa Barat.

Bentuk dari rumah adat Capit Gunting ini sederhana, tetapi bentuknya menjadi cantik dan estetik karena bagian atapnya berbentuk menyilang.

Sayangnya, tak banyak masyarakat di Suku Sunda yang menggunakan rumah adat ini sebagai rumahnya.

8. Buka Pongpok

Rumah Adat Buka Pongpok

Pintu masuk yang posisinya sejajar dengan salah satu ujung susuhunan atau atap rumah, menjadi alasan mengapa rumah adat Suku Sunda ini disebut dengan rumah adat Buka Pongpok.

Bentuk rumah ini mirip dengan gaya buka palayu yang berdasarkan pada keinginan pemiliknya, yaitu dengan posisi pintu yang mengarah langsung ke jalan.

Seluruh batang suhunan atau bagian atap rumah adat ini tak akan terlihat jika dilihat dari arah depan, bentuknya hanya terlihat menyerupai segitiga.

Ternyata, rumah adat Sunda ini memiliki beragam bentuk dan jenis ya. Masing-masing bentuknya pun memiliki keunikan dan maknanya tersendiri.

Baca Juga :

Bagas Kurnia Prasetyo Hi! I'am Interior Designer @ Ruangarsitek, Senang belajar banyak tentang bisnis & properti. Lover of food, games, words, and cat.
Artikel Lainnya :